Bikin Kaget Ini Alasan Pemain Korsel Menolak Bermain di Liga 1

Berita bola terbaru, Kamis 15 Juli 2021 datang dari Pemain Lion City Sailors, Song Ui-yong. Dirinya membeberkan alasannya menolak tawaran Persija Jakarta meskipun digaji besar per bulan. Song Ui-yong yang merupakan gelandang asal Korea Selatan itu ternyata pernah dilirik oleh tim Liga 1, Persija Jakarta saat itu.

Seperti yang didapati dari berita bola terbaru, Song Ui-young pernah ditawari kesepatakan senilai US$20.000 per bulan atau sekitar Rp 289 juta setelah penampilan Home United di Piala AFC tiga tahun lalu.

Klub yang dulunya bernama “Home United” itu pernah melawan tim Liga 1, Persija Jakarta dua kali di Piala AFC 2018. Pada leg pertama, Home United menang 3-2 atas Persija Jakarta. Sementara pada leg kedua, Home United kembali menang dengan skor 3-1.

Pada dua pertandingan itu Song Ui-yong mencetak dua gol pada masing-masing leg. Dalam dua pertandingan itu ia juga tampil 90 menit. Song Ui-yong mengungkapkan alasannya menolak tawaran Persija Jakarta.

Dirinya mengetahui bahwa jika ia meninggalkan Singapura, maka akan menutup harapan untuk mendapatkan kewarganegaraan. Song Ui-yong pun memiliki menandatangani perpanjangan kontrak dua tahun saat itu sebagai gantinya.

“Ya, periode itu saya benar-benar berjuang untuk mengambil keputusan apakah akan tinggal di Singapura atau pergi ke Indonesia,” ujar Song Ui-yong, dilansir dari Goal.

“Itu adalah keputusan yang sulit, tetapi saya memutuskan untuk bertahan.

“Aku merasa senang. Saya sangat senang tinggal di Singapura saat itu, dan saya juga sedang mencari naturalisasi, jadi saya menyerah begitu saja dan memutuskan untuk tingga di sini,” ujarnya.

Namun, dirinya mendapatkan pengalaman tak mengenakkan setelah membuat keputusan untuk bertahan, dimana menapatkan kecaman dari netizen Indonesia. Lebih lanjut, Song Ui-yong pun mengungkapkan targetnya dua tahun dari sekarang.

“Setelah saya membuat keputusan itu, saya mendapat beberpa pesan di Instagram dari fans Indonesia, saya takut. Mereka mengancam saya,” ujarnya.

“Semoga mengenakan jersey merah! Saya benar-benar percaya saya sapat membantu tim nasional Singapura,” ujar Song Ui-yong.

“Dalam tiga tahun terakhir, saya telah mencetak hampir 50 gol sebagai gelandang serang di liga dan Piala AFC, dan saya telah menjadi pencetak gol terbanyak di antara gelandang di SPL (Singapore Premier League) selama beberapa musim terakhir juga,” tandasnya

Muhammad Iqbal Sudah Resmi Menjadi Bagian Klub Asal Korea Selatan

Berita bola terbaru, Kamis 3 Juni 2021 datang dari pemain Indonesia, Muhammad Iqbal. Dirinya telah benar-benar resmi menjadi bagian dari klub asal Korea Selatan, Cheongju FC. Iqbal kembali diumumkan oleh Cheongju via akun Instagram resmi mereka pada Kamis, 3 Juni kemarin.

Seperti diketahui sebenarnya kepastian bahwa Iqbal gabung Cheongju sudah dibeberkan pada awal Mei, namun sang pemain harus lebih dulu menjalani rangkaian tes, dan memang sudah ikut berlatih sejak awal tahun.

Namun Iqbal sendiri baru berkesempatan gabung dalam daftar skuad Cheongju pada paruh musim kedua kompetisi Korea Selatan. Iqbal punya rekam jejak sebagai pemain timnas Indonesia U-19, dan sempat mengalami cedera.

Tentu saja pemain asal Sumatera Barat tersebut tak lantas terpuruk ketika dirinya divonis cedera lutut, Iqbal berusaha untuk pulih dan terus mencoba mengembalikan performanya, hingga kini berkesempatan gabung Cheongju.

“Di Korea Selatan belum membuka periode pendaftaran pemain, jadi kami berlatih menyesuaikan diri dan menunggu paruh kedua,” beber Iqbal kepada media berita bola setempat, ketika dipastikan bakal jadi bagian Cheongju musim ini, pada Mei lalu.

Mulyawan Munial selaku manajer Iqbal, dan sosok yang membantunya bangkit, mengatakan bahwa kontrak setahun diberikan Cheongju kepada eks Persika Karawang tersebut. Meski Cheongju bermain di kasta bawah, namun mereka merupakan klub yang punya komitmen maju dan fasilitas bagus.

Sebelum bernama Cheongju FC, klub ini sempat bernama Shungju Solveig dan berada di kompetisi amatir Liga Korea Selatan. Hingga pada 2009, Cheongju FC gabung dengan K-League. Dua kali mereka masuk babak play-off, meski gagal untuk promosi ke divisi atas saat ini.